<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Polusi Udara on Energi Terbarukan vs Energi Fosil</title><link>https://perbedaanzaman.com/tags/polusi-udara/</link><description>Recent content in Polusi Udara on Energi Terbarukan vs Energi Fosil</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Tue, 04 Nov 2025 00:00:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://perbedaanzaman.com/tags/polusi-udara/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Jejak Karbon dan Polusi: Dampak Lingkungan Energi Fosil yang Terus Memburuk</title><link>https://perbedaanzaman.com/posts/jejak-karbon-dan-polusi/</link><pubDate>Tue, 04 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate><guid>https://perbedaanzaman.com/posts/jejak-karbon-dan-polusi/</guid><description>&lt;p&gt;Sektor energi fosil bertanggung jawab atas proporsi terbesar emisi gas rumah kaca antropogenik, menciptakan dampak lingkungan yang semakin tidak terkendali. Data dari Global Carbon Project menunjukkan emisi CO2 dari energi fosil mencapai 36,8 miliar ton pada 2023, naik 1,1% dari tahun sebelumnya meski komitmen global untuk dekarbonisasi.&lt;/p&gt;
&lt;h2 id="emisi-gas-rumah-kaca-dari-berbagai-sumber"&gt;Emisi Gas Rumah Kaca dari Berbagai Sumber&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Pembangkit listrik tenaga batu bara merupakan kontributor tunggal terbesar, menghasilkan 10 miliar ton CO2 per tahun atau 27% dari total emisi global. Intensitas emisi batu bara mencapai 820-1.100 gram CO2 per kWh, bergantung pada teknologi pembakaran dan efisiensi pembangkit.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>